Tuesday, September 22, 2015

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Muslim Amerika sedang menghadapi pertumbuhan gelombang baru Islamofobia yang didorong dua calon presiden paling populer dari Partai Republik, Donald Trump dan Ben Carson.
Di Islamic Institute of Orange County, yang menampung sebuah masjid dan sekolah di Anaheim, California selatan, ketegangan sudah terjadi sejak sekelompok orang kulit putih meneriaki beberapa ibu dan anak-anak pada peringatan 11 September tahun ini. Sekelompok kulit putih itu menyebut Muslim bukan bagian dari Amerika.
Dilansir dari Thomson Reuters Foundation, Selasa (22/9), banyak Muslim di negara berpopulasi 2,8 juta Muslim itu menilai ketegangan tersebut dapat menjadi lebih buruk selama pemilihan presiden. Pasalnya, sekarang saja para calon presiden sudah menguatkan nada kemarahan dan kefanatikan.
"Ini cukup mengganggu, mengingat orang yang mencalonkan diri sebagai presiden bisa membuat klaim tersebut," kata Zuhair Shaath, seorang keturunan Palestina-Amerika, merujuk pernyataan Carson pada Ahad (20/9).
Carson saat itu menyatakan Muslim tidak layak menjadi presiden Amerika Serikat.
Dalam kampanye Senin (21/9), Carson membela komentarnya. Carson mengatakan dirinya tidak menyuruh seorang Muslim harus dilarang mencalonkan diri sebagai presiden.
api, ia tidak menganjurkan Muslim menjadi pemimpin dan tidak akan mendukungnya. Pernyataan rasis semacam itu juga diucapkan Trump dan pendukungnya.
Beberapa Muslim mengaku takut pernyataan itu bisa memperkuat daya tarik Carson dan Trump, di mana komentar tumpul bercampur dengan pernyataan misogyny dan xenofobia. Insiden penahanan Ahmed Mohamed, siswa Muslim 14 tahun di Dallas pekan lalu turut memicu kekhawatiran.
Nihad Awad, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, menyerukan Carson untuk menarik diri dari pemilihan presiden Amerika karena dia tidak layak untuk memimpin. "Pandangannya bertentangan dengan Konstitusi Amerika Serikat," tegas Nihad.


ISLAMOPHOBIA

Apa itu Islamophobia?

Definisi kamus bagi kosa “phobia” ialah “ketakutan atau kebencian yang keterlaluan: ketakutan tidak rasional atau amat kuat dan benci terhadap sesuatu”. Secara mudahnya berdasarkan definisi ini, Islamophobia ialah ketakutan tidak rasional atau amat kuat atau benci terhadap Islam. Namun, Islamophobia lebih dari sekadar makna ini dan ia turut menggabungkan kebencian kaum, sikap tidak bertoleransi, prejudis, diskriminasi dan stereotaip. Fenomena Islamophobia pada asasnya ialah kebencian berasaskan agama.




Istilah Islamophobia diperkenalkan pada 1996 oleh “Commission on British Muslims and Islamophobia”. Pada tahun berikutnya, “Commission” tersebut yang mengeluarkan “Runnymede Trust Report Islamophobia : a challenge for all of us” menginstitusikan kosa kata Islamophobia sebagai bererti “prejudis terhadap Islam”, walaupun kosa kata tersebut secara harfiahnya bererti “ketakutan tidak berasas terhadap Islam”. “Runnymede” turut mengenal pasti tujuh komponen yang mendefinisikan Islamophobia. Ianya seperti berikut:
• Islam dilihat sebagai blok monolitik, statik dan tidak berkembang;
• Islam dilihat sebagai terpisah dan “orang lain”. Ia tidak nilai persamaan dengan budaya-budaya lain, tidak mempengaruhi mereka dan tidak dipengaruhi mereka,
• Islam dilihat sebagai lebih lemah berbanding Barat. Ia tidak bertamadun, tidak rasional, primitif dan gila seks;
• Islam dilihat sebagai ganas, agresif, mengancam, menyokong keganasan dan terlibat dalam pertembungan peradaban;
• Kritikan muslim terhadap Barat ditolak mentah-mentah;
• Permusuhan terhadap Islam digunakan untuk menghalalkan amalan diskriminasi terhadap Muslim and mengasingkan Muslim daripada khalayak awam
• Permusuhan anti muslim dilihat sebagai biasa dan normal.

Oleh itu, sebagai seorang muslim, kita haruslah bersama-sama mendoakan agar gerakan ISLAMOPHOBIA ini dapat dihapuskan dan keamanan umat Islam dapat dicapai. Marilah bersama-sama kita bersatu bagi menumpaskan kezaliman ini. Hurriyah!